Insinyur Material & Metalurgi di RI Minim

Selain kelangkaan jumlah sarjana geologi, Indonesia ternyata juga mengalami kelangkaan lulusan Jurusan Teknik Material dan Metalurgi (JTMM). Bahkan jumlah lulusan ini di Tanah Air hanya mencapai separuh dari jumlah lulusan JTMM di Malaysia.

Demikian disampaikan seorang ahli material dan metalurgi asal Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Sulistijono dalam Seminar Nasional Material dan Metalurgi (Senamm) yang berlangsung di ITS. Kegiatan ini merupakan rutinitas lima perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki JTMM.

Sulistijono menyampaikan, kebutuhan dunia terhadap insinyur di bidang material dan metalurgi cukup tinggi sementara angka insinyur bidang material dan metalurgi di Indonesia terbatas. Oleh karena itu, harapan untuk mengembangkan bidang ini melalui memperbanyak jumlah insinyur bidang tersebut menjadi hal yang perlu dilakukan. ”Dari per satu juta penduduk, Indonesia hanya memiliki 300 insinyur bidang material dan metalurgi yang sudah digabung dengan diploma dan sarjana,” ujar Sulistijono, seperti dilansir dari ITS Online, Kamis (6/9/2012).

Sementara itu, dalam sambutannya, Rektor ITS Tri Yogi Yuwono memaparkan kondisi kekinian industri di Indonesia. Menurut Tri Yogi, banyak di antara perusahaan-perusahaan industri yang masuk dalam keadaan miris. “Mereka kehilangan semangat untuk berkarya, sehingga kalah bersaing dengan industri-industri asing. Dari terselenggaranya kegiatan ini muncullah harapan untuk meningkatkan daya saing industri,” ungkap Tri Yogi.

Selain Sulistijono, salah satu pendiri JTMM ITS Muchtar Karo Karo pun didapuk sebagai pembicara. Tidak hanya itu kegiatan yang telah dihelat dua kali tersebut juga mengundang seorang pakar material dan metalurgi tingkat internasional Dah-Shyang Tsai dari National Taiwan University of Science and Technology (NTUST). Meski menjadi jurusan yang baru dan memiliki perkembangan pesat, Senamm diharapkan mampu menjadi fasilitas utama, yakni sebagai wadah untuk bertukar pengetahuan dalam penelitian dan kurikulum di bidang material dan metalurgi.(mrg)

Sumber: Okezone

http://www.dikti.go.id/?p=5688&lang=id

Advertisements

One thought on “Insinyur Material & Metalurgi di RI Minim”

  1. menanggapi hal ini yang menurut saya perlu ada tambahan,perlu diketahui juga bahwa ahli coating sendiri yang berasal dari indonesia hanya sebanyak 10 orang,kemudian masalah material-metalurgi gak lepas dari uu minerba nanti yang akan dilaksanakan 2014,apakah indonesiasudah siap?pembangunan infrastruktur dan pengawan terhadap pabrik2 pengolahan yang belum memiliki smelter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s