Apa yang tidak anda lihat di media tentang Gaza? – Wawancara dengan Dubes Palestina, Fariz Mehdawi

tim marbun

Di tengah ramainya pembicaraan dan perhatian dunia pada peristiwa yang terjadi di Gaza, saya berkesempatan untuk mewawancarai Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz N. Mehdawi di Kedutaan Palestina di Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat. Wawancara dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2014 dalam bahasa inggris. Berikut adalah terjemahan lengkap dari wawancara yang berdurasi 24 menit tersebut.
Pertanyaan yang saya ajukan akan diawali dengan huruf T, dan jawaban Duta Besar akan ditandai dengan huruf J.
Semoga berguna.
——————————————-
T:
Duta besar, terima kasih atas waktu anda. Pertama saya ucapkan turut prihatin atas kondisi yang terjadi di Gaza saat ini, yang harapannya akan segera membaik. Pertanyaan saya adalah, media tidak selalu dapat menunjukkan apa yang sebenarnya terjadi disana. Apa kondisi Gaza yang tidak kita lihat di media?
J:
Yang tidak kita lihat, orang selalu tertarik dengan angka. Kita sudah berhitung berapa angka martir disana. Sudah lebih dari 200 orang, dan bangunan yang hancur juga…

View original post 2,679 more words

Advertisements

Who Leaves First Shall Die

1497231_701004136598013_107200754_n

 

The name of this picture is ‘who leaves first shall die’. In this picture, even thought the girl said if the guy leave he will die but her hand is blocking the knife from hurting him. The guy in this picture looks like he loves her so much by holding her waist so close to him but the knife is aiming straight at her neck. This is the difference between a man’s and woman’s way of expressing their love for each other. Women always have a very sharp mouth that hurt man but actually she is the one always hurt. At the other hand, man shows as if he truly love her but in the end, he just end up hurting her more! meaningful picture isn’t it ? 

 

source: http://godisheart.blogspot.com/2014/01/who-leaves-first-shall-die.html

Random Thoughts

jill-greenberg

sumber gambar: http://bunchfamily.ca/wp-content/uploads/2013/05/jill-greenberg.jpg

Jangan mudah percaya, nanti kecewa. Boleh lah loncat-loncat di trampolin, tapi harus siap keluar area terus kejedot lantai ya? Berbaik hati itu harus, memberi cahaya bagi orang lain itu baik, membuka kesempatan bukanlah keputusan buruk, namun harus ikhlas jika ada yang diluar kehendakmu. Menangislah sejadi-jadinya dalam satu waktu, ingat, satu waktu saja. Jangan pernah tinggalkan tangisan tanpa suatu hikmah apapun.

Gaza Dalam Bingkai Tanda Tanya

Terakhir saya menulis bait tulisan tentang Gaza ini hampir dua tahun lalu. Sekarang 2014, tidak ada yang berubah.

 

Tanah ini telah mencatat indahnya seribu bulan

Hamparan yang telah menguntai pedihnya Isa Almasih

Pula sebagai prasasti Ten Commandment

 

Tiga  agama langit yang berjibaku menyuarakan wahyu demi kemenangan anak cucu adam melawan iblis

Ketiganya tidak terlahir untuk berbeda

Namun kenakalan akal umat telah begitu menjadi beda

 

Keangkuhan siapa ketika kesempurnaan suara wahyu ditolak lewat sang rasul khatamman nabiyyin ?

Dan lalu kenapa peringatan akan Nashoro dan Yahudi itu ada sebagai ancaman?

Apakah Gaza jawabannya?

Ketika saudara sesama arab menjadi pertentangan!

Siapa yang akan Engkau tunjukkan sebagai kebenaran?

Apakah mukjizat Gaza yang terdzalimi?

Ataukah kecerdasan Yahudi yang kemudian celaka?

Atau ini peringatan pada tali kasih sesama muslim yang sudah mulai longgar?

 

Ah… Aku tak peduli!

Kecuali darah ini membara atas Gaza!

 

Ilmi Mayuni Bumi (Medio Nopember 2012)

Mencari Ketenangan Di Tengah Kesibukan

Jika kesunyian tak mampu menghadirkan ketenangan, jika sujud dan ruku’ kita tak lagi mendatangkan ketentraman dan kesejukan jiwa, ada yang perlu kita tengok dalam diri kita. Kita perlu mengambil jarak dan melakukan hentian sejenak dari kesibukan-kesibukan yang terus memacu kita untuk berlari. Kita perlu mencari kejernihan di tengah hiruk pikuk kehidupan maupun mimpi-mimpi kita…

Jika bertambahnya rezeki tak menambah kebahagiaan, ketenangan dan kekhusyukan, ada yang perlu kita periksa sejenak. Atas sedekah dan ibadah kita, ada yang perlu kita cermati dengan jernih barangkali ada salah niat yang terselip. Atas berlimpahnya harta yang tak menambah keteduhan hati dan kesejukan jiwa, ada yang perlu kita renungi; tentang diri sendiri, tentang tetangga kita, tentang doa-doa kita serta berbagai hal yang berkaitan hubungan kita dengan Allah Ta’ala maupun hubungan dengan sesama.

Ambilah jarak, luangkan waktu dan lakukan hentian sejenak…Semoga kita dapat menemukan ketenangan di tengah kesibukan.

(M. Fauzil Adhim, dalam bukunya “Mencari Ketenangan Di Tengah Kesibukan”)