Nabi Muhammad sekalipun, yang ahlaqnya
mulia, masih saja mendapat ujian berupa
kebencian dari orang lain, cercaan, hingga
fitnah.

“Tiada menimpa seorang mukmin
(mukminah), kesulitan, kesedihan, dan
sakit, meski hanya terkena duri, melainkan
Allah akan mencatat baginya satu kebaikan
atau menghapus satu dosa karenanya.” (HR
Bukhari).

Apa lagi jika kesulitan tersebut menerpa kita
karena keimanan kita kepada Allah dan
keteguhan kita untuk menjadi orang
bertaqwa. Bahkan Aisyah istri Fir’aun pun
rela menerima siksaan Fir’aun atas apa
yang ia imani. Bismillah, Allah senantiasa
bersama orang-orang yang terdzalimi.

Ilmi Mayuni Bumi, 17 Nopember 2014

Advertisements