Hidup Seorang Metallurgist

Jadi anak metalurgi emang keras-keras gemes. Hari eksplorasi ke-2 di town site Newmont telah menunjukkan banyak hal ke-metalurgi-an buat gue secara langsung. Kalau hari pertama kita ke area penambangannya, hari selanjutnya kita diculik ke area concentrator. Cocentrator adalah tempat pengolahan bahan batuan hasil tambang. Diolah gimana ya maksudnya?

Penampakan area concentrator Newmont
Penampakan area concentrator Newmont
Ball Mill
Ball Mill

Sebelumnya, buat yang belum tau ilmu metalurgi itu ngapain, metalurgi adalah ilmu yang mempelajari tentang metal (logam). Jadi ada metalurgi ekstraksi, ada metalurgi manufaktur. Metalurgi ekstraksi ini bekerja di hulu untuk mengekstrak mineral batuan, mengambil material berharganya. Karena sesungguhnya unsur-unsur berharga seperti emas itu tidak berdiri sendiri di alam ini, biasanya ditemukan dalam batuan dengan kondisi bersenyawa dengan tembaga dan pengotor-pengotor lainnya. Nah, metallurgist ini lah yang bertugas untuk mengekstrak material berharganya dari segala pengotornya. Sedangkan metalurgi manufaktur ini lebih ke hilir, bertugas untuk memproses bahan setengah jadi menjadi barang jadi.

Metallurgist Emang Kudu Cadas!

Abaikan wajah gue
Abaikan wajah gue

Sampai ke area concentrator, selain mengenakan pakaian standar keselamatan, kami dianjurkan untuk memakai penyumbat telinga untuk mereduksi kebisingan. Ohya, pengolahan di PNNT ini memenuhi pemurnian sampai 95% proses, sisanya dilakukan di PT Smelting Gresik dan diluar negeri. Hydrometallurgy merupakan jenis proses yang dilakukan di PTNNT, dimana pemurniannya menggunakan air. Simpelnya, batuan material tambang ini digiling dulu sampai halus, lalu diairi pada proses flotasi agar material yang berharga mengapung oleh gelembung, dan sisa pembuangannnya mengendap sebagai tailing untuk selanjutnya dibuang di dasar palung laut selatan Sumbawa.

Area Pengolahan
Area Pengolahan

Nah, konsep-konsep tersebut udah gue pelajari di kelas dengan bahasa-bahasa yang lebih ribet. Sembari mendengar dosen menjelaskan, sembari berkhayal how it works. Kenyataan di lapangan ternyata lebih ngebanting! Maksud gue disini, cadas abiis! Honestly gue bilang, kondisi atmosfer lapangan kerja pertambangan itu semacam menjenuhkan dan stressing. Nah, di area concentrator ini lebih-lebih. Ball mill/SAG mill (penggerus material) ini besar, menyeramkan, dan berputar cepat, berisik pula. Lalu masih ada berpuluh cell (tabung besar) yang isinya partikel-partikel material oalahan yang lagi menggelembung terus naik ke atas. Kita berjalan-jalan diatas cells yang terbuka itu, berpijakan jeruji besi, yang mana kalau kita udah nyampe lantai paling atas, noleh kebawah itu udah nyeremin.

Gak berhenti sampai disitu, ada air yang mengalir deras untuk mensuplai cells flotasi, kepeleset sedikit, habislah riwayat kita! Tugas metallurgist ini memastikan seluruh proses sesuai rencana, dan hasil kualitas metal murni yang dihasilkan sesuai perencanaan pula. Kalau gak sesuai? Kena tegur. Kalau ada masalah ditengah proses? Harus langsung ke lokasi, gak peduli hujan, badai, terik matahari atau apapun.

Hasil akhir konsentrat emas-tembaga yang sudah diolah
Hasil akhir konsentrat emas-tembaga yang sudah diolah

Cara kontrollingnya canggih banget. Di setiap tahap proses, ada unsur radioaktif (biasanya radium) yang digunakan sebagai sensor untuk mengirimkan informasi kondisi pengolahan berupa video yang akan muncul langsung di ruang kontroling, termasuk suhu dan komposisi unsurnya juga loooh. Unsur radioaktif ini lifetimenya 10 tahun, harus hati-hati ketika di area scanning ini.

Curhatan salah satu user PTNNT yang ritme kerjanya empat hari dalam satu pekan, start pukul 6 pagi dan usai pukul 5 sore, mengaku cukup berat menjalani hari-harinya. Katanya, meskipun diluar jam kerja, malam sudah pingin istirahat, handphone masih aja tiba-tiba berbunyi melaporkan kendala-kendala di lapangan. “Susah tidur!” katanya.

Abaikan ekspresi gue
Abaikan ekspresi gue

See, segimana metallurgist harus cadas secara mental dan fisik?

Safety PTNNT Nomor Satu di Dunia

Berfoto di hadapan Haul Truck. Besaaar!
Berfoto di hadapan Haul Truck. Besaaar!
yeay!
yeay!

Hampir di setiap sudut proses, disediakan shower air dingin untuk mengguyur siapapun yang terciprat cairan material panas. Di sudut tertentu bahkan diberi pintu tambahan yang hanya bisa diakses oleh user tertentu saja. Selain itu, di jalanan town site, meski gak ada polisi tukang tilang, kalau kita melanggar aturan lalu lintas bahkan gak pakai seatbelt itu pasti ketahuan dan akan segera diinvestigasi! Mantep kan? Haha secara ini penting, kendaraan alat berat mondar mandir sana-sini. Berkendara menjadi salah satu hal yang paling krusial.

Konon, PT Newmont Nusa Tenggara ini merupakan perusahaan tambang yang safety nya nomor satu di dunia. Di dunia. Kalau harus dibandingkan dengan Newmont Australia saja, PTNNT ini safety nya masih lebih edan. Wow!

Indonesia Susah Maju Kalau Metallurgist-nya Gak Handal

Coba kita merenung, kenapa pertambangan dalam negeri dikuasai asing? Kalau kita dari zaman dulu sudah menguasai ilmu metalurgi dengan mantap,kira-kira hal tesebut kejadian gak ya?

Well, give applause kepada pemerintah kita yang sudah berani menetapkan undang-undang mineral dan batu bara, dimana bahan mentah tambang harus diolah dalam negeri terlebih dahulu sebelum akhirnya diekspor. Terlepas dari serba ketidaksiapannya, namun langkah berani ini perlu diapresiasi. Kehadiran UU tersebut memicu dibangunnya smelter dalam negeri. Maka meningkatlah kebtuhan metallurgist dalam negeri.

Bayangkan jika metallurgists kita tidak kompeten, di era pembangunan smelter dan masyarakat ekonomi Asean. Apakah posisi metallurgists dalam negeri harus diduduki oleh orang non-Indonesia?

Yuk semangat! Utmanya temen-temen gue sejurusan di kampus manapun, the nation is on our hand!! \m/ salam metal!

Advertisements

3 thoughts on “Hidup Seorang Metallurgist”

  1. Ilmi
    Nampaknya paragraph akhir tulisan ini kontradiktif dengan tulisan sebelumnya ya? 😀 Jadi mendukung, menolak, atau netral terhadap UU Minerba?

    “…Kehadiran UU tersebut memicu dibangunnya smelter dalam negeri. Maka meningkatlah kebtuhan metallurgist dalam negeri…”

    Dikira saya kalimatnya akan menjadi “…Kehadiran UU tersebut memicu dibangunnya smelter dalam negeri. Maka meningkatlah nilai konsentrat yang dibuat Newmont & menguntungkan Indonesia…” :D.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s