Category Archives: Materials and Metallurgical Engineering

Reminder

Bersama Departemen Enviro PT Newmont Nusa Tenggara setelah mengambil sampel tailing hasil tambang di dekat palung laut
Bersama Departemen Enviro PT Newmont Nusa Tenggara setelah mengambil sampel tailing hasil tambang di dekat palung laut

Akhirnya ada yang bilang saya cantik, paling cantik malah, khusus di foto ini saja. Bersama rekan-rekan peserta Bootcamp dan profesional dari Departemen Enviro PT Newmont Nusa Tenggara, Januari 2015. Foto ini mengingatkan saya (kembali) kalau saya anak teknik. Seberapapun kecintaan saya terhadap dunia jurnalistik, sosial, budaya, dll, ini menyadarkan saya tentunya pengetahuan di bidang tersebut tidak dapat membantu saya menjawab soal ujian fenomena transport ataupun mekanika fluida. Setidaknya untuk saat ini, area yang sedang urgent untuk diperjuangkan adalah semua tentang teknik material dan metalurgi, hal terdekat yang bisa mengantarkan saya untuk  menjadi manusia yang memiliki skill nyata. Tenang, bukan berarti hobi diluar bidang teknik ditinggalkan, hanya saja lebih terkontrol di tahun ketiga nanti. Rasanya sudah waktunya membuat sesuatu, karya, menyelami lebih dalam tentang keprofesian sendiri. Alhamdulillah Ramadhan kali ini dapat ilham, sudah tidak galau lagi soal track pasca kuliah. Yah, manusia dinamis, setidaknya keputusan saat ini membantu prioritas kedepan. Karena masalah bangsa ini tidak hanya pada persoalan politis saja, tapi masalah-masalah teknis juga. Orang-orang dengan latar belakang teknik berwawasan politik ditambah empati dan kepekaan sosial baik dengan spiritualitas+intelektualitas yang kuat, dibutuhkan banyak di negeri ini bukan?

Tambang itu seksi!

Tulisan tambang mending dibawa santai aja ya, biar ga malesin hehe.

So, dalam pattern pikiran gue, ada tiga bidang yang menurut gue akan membuat si pelaku bidang tersebut terlihat seksi. Which means, bidangnya emang menggairahkan ya maksud gue (iya aja deh). Kalau diurut, pertama pertambangan, kedua otomotif/manufaktur, ketiga perkapalan/penerbangan.

And lucky me! Keisengan ikut blog competition tentang UU Mineral dan Batu Bara yang digelar PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) telah berhasil mengantarkan gue untuk mengenal hal terseksi urutan pertama. Jadi, para pemenang blog competition ini selanjutnya menjadi peserta Sustainable Mining Bootcamp batch IV. Bootcamp ini adalah kegiatan 8 hari untuk mengenal pertambangan di PTNNT dan kesosial-masyarakatan di area Sumbawa (Batu Hijau).

Jadi, 18-25 Januari ini gue di tengah hutan looh :3 Kota di tengah hutan lebih tepatnya, di Batu Hijau Sumbawa, Indonesia tengah 😀

Sempat Tertunda

Kompetisi ini sudah dimenangkan dari sejak Februari 2014, tapi kok baru terlaksana bootcampnya di Januari 2015?

Buat yang ngikutin perkembangan berita tentang nasionalisasi pengelolaan sumber daya alam sih pasti tahu. PTNNT ini sempat berhenti beroperasi karena ketiadaan ruang lagi untuk menimbu ore (mineral tambang). Kok bisa? Ini adalah efek pemberlakuan UU Minerba, dimana hasil tambang mineral dalam negeri harus diolah didalam negeri juga, sedangkan PTNNT biasanya selain mengolah pemurnian mineral di PT Smelting Gresik, tapi juga ekspor keluar negeri untuk diolah, karena memang limit jumlah konsentrat yang bisa diolah di dalam negeri terbatas.

Parahnya, pemberlakuan UU ini berefek juga pada beacukai ekspor konsentrat ini, kalau kemahalan dan ga ekonomis, buat apa capek-capek nambang? Lagian konsentrat ga bisa ditimbun lama-lama, gudang udah full juga. Akhirnya PTNNT sempat berhenti beroperasi dan gilanya ini sampai melumpuhkan perekonomian di area penduduk sekitar site town.

Sebab itu, alokasi waktu bootcamp kita ini diposisikan padamasa operasi sudah normal lagi. Kan biar ada mining experience nya.

Ngomong-ngomong soal Nasionalisasi

Sibuk koar-koar setuju dengan tindakan agresif pemerintah untuk menolak keras ekspor konsentrat ke luar negeri dan mengolahnya di dalam negeri, kira-kira bijak ga tuh? Logika anak TK nih ye, Kontrak karya yang sudah dibangun dari sejak tahun 1986, apakah seringan itu diganggu oleh aturan undang-undang yang tetiba nongol tahun 2009?

Catatan penting, gue ga dibayar newmont ya, ini emang pure pandangan objektif gue.

Satu, “Kapok lu! Nambang di negara gue, tegas nih pemerintah gue. Cabut lo sono!,” ujar para aktivis itu. Tahukah elu, kalau saham Newmont sendiri di PTNNT ini hanya sekitar +/- 25 %? Lalu +/- 25% nya lagi perusahaan apaaa gitu dari Jepang (lupa, maaf, ga beretik jurnalistik banget). Nah sisanya punya pihak-pihak Indonesia semua, mulai dari depkeu bahkan sampe bakrie punya saham disini.

Kegaksiapan nasionalisasi nampak jelas. Perusahaan tambang cuma dihimbau untuk mengolah mineral dalam negeri, bukan membangun smelter sendiri-sendiri. Ya dipikir aja, buat anak metalurgi nih ya, secara ekonomi teknik, bukannya bakal rugi? Tergantung sih emang, tapi hasil hitung-hitungan newmont dengen present worth dan annual cost yg udah di-range, akumulasi usia eksistensi pertambangan mereka di batu hijau sampai akhirnya proyek berkhir, tidak sebanding dengan waktu usia smelter yang dibangun untuk akhirnya balik modal.

Simpelnya, emang kondisi di sumbawa ga memungkinkan buat bangun smelter. Hal itu udah dikoar-koarkan ke pemerintah, tapi pemerintah abai. Lumayan noleh cuma pas newmont ngadu ke abitrase (huehehe kena lo). Barulah muncul kesepakatan untuk join jadi pemasok ke smelter yang akan dibangun freeport (ini karena kondisi freeport memungkinkan) dan diberi izin ekspor lagi sementara smelter dibangun.

Dua, “Ada kok perundang-undangannya, kalo segala kekayaan alam ini adalah untuk rakyat Indonesia. Lah faktanya?” Nah gue gak tau ya kondisinya kalo di perusahaan-perusahaan yang mengeruk kekayaan alam kita lainnya, tapi di newmont gue tau nih. Se per sekiannya dari penghasilannya gitu (lagi, ga beretik jurnalistik, ampun), harus dialokasikan untuk pengembangan masyarakat Indonesia. Kan tiap perusahaan ada program CSR nya tuh, nah lewat program CSR ini lah perusahaan melaksanakan kewajibannya. Dulu, katanya, sebelum proyek tambang Batu Hijau ini dimulai, warga di daerah Sumbawa Barat ini terbelakang bangeet, ekonomi mati. Tapi newmont hadir melakukan pembangunan mulai dari infrastruktur, pendidikan, dan masih banyak lagi (bisa dibuka di halaman web resmi ptnnt).

Yang nasionalis, yuk mikir solutif!

Mining Experience

Nah, agenda bootcamp paling pertama adalah mengenal area tambang. How it works dan lain-lain. Bisa dicek di twitter gue: @ilmibumi dengan hashtag #NewmontBootcamp 😀

Satu hal yang pengen gue paparkan disini (karna gak gue paparkan di twitter) adalah atmosfer pemandangan area tambang disini. Kok gue gak nemu om-om gendut buncit ya? Semuanya gahar, maco, dan maskulin banget! Haha makanannya sehat (all prepared karena town site ini ada di tengah hutan). Ada pusat-pusat olah raga, billiard, bar, masjid, dan klinik juga. Meskipun tambang itu keras dan menjenuhkan nampaknya, tapi mereka nampak enjoy. Btw, pada religius gitu nuansanya. Berada di pedalaman dan aktivitas monoton emang bikin melankolis yaa :3 mencari ketenangan bersama Tuhan kali ya. Overall luar biasa!

Sedikit gallery:

Welcome!
Welcome!
Welcome in Lombok! Untuk menuju Batu Hijau, kita harus naik boat dulu dari pelabuhan Kayangan ke Benete
Welcome in Lombok! Untuk menuju Batu Hijau, kita harus naik boat dulu dari pelabuhan Kayangan ke Benete
Excited syekalii menuju pit pertambangan!
Excited syekalii menuju pit pertambangan!
Dibriefing dulu sebelum turun~
Dibriefing dulu sebelum turun~
Makan siang dulu ya... makanannya terjaga sehat banget loh!
Makan siang dulu ya… makanannya terjaga sehat banget loh!
yeaah!!
yeaah!!
Penampakan pit yang kedalamannya -240 mRL dibawah permukaan laut. Btw, area hasil galian tambang di Batu Hijau ga akan dibiarin hitu saja loh, tapi bakal direklamasi sampai hijau kembali ;)
Penampakan pit yang kedalamannya -240 mRL dibawah permukaan laut. Btw, area hasil galian tambang di Batu Hijau ga akan dibiarin hitu saja loh, tapi bakal direklamasi sampai hijau kembali 😉

All pictures ada yang captured by me, by admin @newmontid, dan kak dzul.

Life-changing: Exchange Year

Life-changing: Exchange Year

Diambil pada 18 Desember 2011, salju pertama di halaman rumah belakang, Toestallstrasse 4 Rikon-Zurich, Swiss.

A life-changing. Sebuah titik perubahan hidup, momen paling bertanggung jawab atas diri saya hari ini.

Di benua Eropa dengan pahamnya yang katanya liberalism, di negara Swiss negara katolik yang melarang pembangunan kubah mesjid, di kota Zurich yang merupakan salah satu negara ter-luxurious di dunia, di keluarga Henne yang merupakan penduduk Jerman asli, bersama dua anak kecil Johannes dan Annika, dilewati saat berusia 16-17 tahun, ditempatkan di Kantonsschule Hottingen untuk bersekolah, melalui program AFS Intercultural Learning, dengan background siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Bandung.

Satu saja variabel diatas tidak ada, atau lain, pastilah akan menghasilkan Ilmi yang lain hari ini. Disanalah saya mensyukuri sekaligus mengagumi betapa briliannya Tuhan saya, Allah. Memang betul, seandainya semua berjalan sesuai skenario yang saya pikirkan, mungkin hidup tidak akan se-menyenangkan ini. Segala kejutan hidup, kepanikan, kejatuhan, kebangkitan, tidak pernah lepas dari monitor Allah. He is the owner of the best plan ever!

Saya mengakui bahwa perihal dalam hidup yang paling bisa menggoncangkan hati dan pikiran hanyalah persoalan spiritual. Perjalanan Agustus 2011-Juli 2012 adalah perjalanan mencari alasan tentang perintah-perintahNya, mencari kolerasi dari segala perbedaan yang teramat beragam, dan mencari cara untuk menjadi manusia yang utuh.

AFS Exchange Year Switzerland 2011-2012 is one of life-changing experiences!